Doel_KodoK

Doel_KodoK
Doel_KodoK

Senin, 06 Desember 2010

Kebiasaan Buruk yang Menyehatkan

Banyak yang bilang, hidup sehat itu harus dilakoni dengan menjauhkan diri dari gaya hidup yang buruk. Nyatanya hal itu tidak sepenuhnya benar. Terkadang, kita juga perlu melakukan hal-hal "buruk" untuk menjauhkan tubuh dari penyakit.  "Kebiasaan buruk bisa membuat kita bertingkah seperti anak kecil, karena itu disebut baik atau buruk tergantung situasinya," kata Dr Daniel J Carlat, ahli psikiatri dari Tuft University School of Medicine.  Ini daftar 3 kebiasaan buruk yang bisa bikin sehat.  Mengumpat Jujur saja, meski terkadang kata yang keluar dari  mulut saat mengumpat bisa membuat kuping orang yang mendengar jadi "panas", ternyata mengucapkan sumpah serapah memang bisa bikin kita merasa lebih lega, terutama saat kita menghadapi suasana yang bisa bikin frustrasi dan marah.  Bukti secara ilmiah mengenai hal itu disodorkan oleh para ahli dari Keele University di Inggris yang menyebutkan bahwa mengumpat bisa mengurangi nyeri fisik. Menyumpah diketahui akan meningkatkan detak jantung dan agresi sehingga membantu tubuh melawan rasa sakit.  Mendengar musik dalam volume keras Akhir-akhir ini merasa daya ingat Anda mulai melemah dan sulit berkonsentrasi? Carilah musik dari band rock favorit Anda dan setel-lah dalam volume cukup keras.  Para ahli dari Skotlandia percaya, mendengarkan musik rock dalam volume keras bisa meningkatkan konsentrasi dan meningkatkan daya ingat. "Mendengarkan musik favorit bisa membuat tubuh lebih rileks dan mengangkat mood," kata Kimberly Sena Moore, terapis musik. Meski begitu, ia mengingatkan agar mendengar musik dalam suara terlalu keras ini jangan terlalu sering dilakukan karena bisa merusak gendang telinga.  Minum alkohol Menikmati alkohol secara berlebihan memang bisa mendatangkan penyakit. Namun, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam pertemuan American Heart Association menyebutkan, minum alkohol dalam skala moderat mampu mengurangi risiko serangan jantung hingga 25 persen.


Penulis: AN   |   Editor: Lusia Kus Anna   |   Sumber :AolHealth

ment coment